Menyiapkan inventaris untuk pertama kalinya
Menyiapkan inventaris dengan benar sejak awal akan membantu Anda menghindari masalah di kemudian hari dan memastikan tingkat stok yang akurat bagi pelanggan Anda. Panduan ini membantu Anda menyiapkan inventaris di Shopify, mulai dari memutuskan produk mana yang akan dilacak hingga memasukkan jumlah awal Anda.
Di halaman ini
- Sebelum memulai
- Langkah 1: Menentukan produk mana yang memerlukan pelacakan inventaris
- Langkah 2: Meninjau pengaturan lokasi Anda
- Langkah 3: Mengaktifkan pelacakan inventaris untuk produk
- Langkah 4: Memasukkan jumlah inventaris awal Anda
- Langkah 5: Mengonfigurasi perilaku produk saat stok habis
- Langkah 6: Menguji pengaturan inventaris Anda
- Skenario pengaturan inventaris umum
Sebelum memulai
Sebelum menyiapkan inventaris, pertimbangkan pertanyaan berikut:
- Apakah Anda memiliki produk fisik yang memerlukan pelacakan jumlah?
- Apakah Anda memiliki satu lokasi atau beberapa lokasi?
- Apakah Anda menggunakan POS Shopify untuk penjualan retail?
- Apakah ada produk yang dikirim langsung dari pemasok?
Jawaban Anda akan membantu menentukan pengaturan inventaris yang tepat untuk bisnis Anda.
Langkah 1: Menentukan produk mana yang memerlukan pelacakan inventaris
Tidak semua produk memerlukan pelacakan inventaris di Shopify. Pelacakan inventaris berguna saat Anda perlu memantau tingkat stok dan mencegah penjualan berlebihan, tetapi beberapa jenis produk lebih cocok digunakan tanpanya.
Produk yang mungkin memerlukan pelacakan inventaris
Pertimbangkan untuk mengaktifkan pelacakan inventaris untuk produk berikut:
- Produk fisik yang Anda stok dan kirim
- Produk dengan jumlah terbatas
- Item yang perlu Anda pesan ulang dari pemasok
- Produk yang dijual di toko retail menggunakan POS Shopify
Produk yang mungkin tidak memerlukan pelacakan inventaris
Pertimbangkan untuk tidak mengaktifkan pelacakan inventaris untuk produk berikut:
- Produk digital, seperti ebook, unduhan musik, atau karya seni digital
- Layanan, seperti konsultasi, kelas, atau janji temu
- Produk made-to-order, seperti item kustom yang dibuat setelah pembelian
- Kartu hadiah
Langkah 2: Meninjau pengaturan lokasi Anda
Inventaris disimpan di lokasi, yang merupakan tempat fisik seperti gudang, toko retail, atau pusat pemenuhan. Toko Shopify Anda dilengkapi dengan satu lokasi default, tetapi Anda dapat menambahkan lebih banyak jika perlu. Pertimbangkan untuk menyiapkan lokasi Anda sebelum menetapkan inventaris ke produk. Hal ini memastikan bahwa Anda dapat mengalokasikan inventaris ke lokasi yang benar sejak awal.
Tinjau kebutuhan lokasi Anda:
- Satu lokasi: Jika Anda memiliki satu gudang atau toko, lokasi default Anda sudah cukup.
- Beberapa lokasi: Jika Anda memiliki beberapa toko, gudang, atau menjual secara langsung dan online, Anda perlu menyiapkan lokasi tambahan.
Pelajari selengkapnya tentang menyiapkan dan mengelola lokasi.
Langkah 3: Mengaktifkan pelacakan inventaris untuk produk
Setelah Anda menentukan produk mana yang perlu dilacak, aktifkan pelacakan inventaris untuk produk tersebut.
Langkah-langkah:
Dari admin Shopify Anda, buka Produk.
Klik produk yang ingin Anda lacak.
Di bagian Inventaris, aktifkan pelacakan inventaris.
Opsional: Jika Anda memiliki beberapa lokasi, pilih lokasi mana yang akan menyimpan stok produk ini dari menu tarik-turun Inventaris akan distok di.
Klik Simpan.
Ulangi langkah-langkah ini untuk setiap produk yang memerlukan pelacakan inventaris.
Pelajari selengkapnya tentang menyiapkan pelacakan inventaris.
Langkah 4: Memasukkan jumlah inventaris awal Anda
Masukkan jumlah awal untuk setiap produk. Jumlah awal yang akurat memastikan pelanggan hanya dapat memesan stok yang Anda miliki.
Anda dapat memasukkan jumlah dengan cara berikut:
- Secara individual: Masukkan jumlah satu per satu di halaman detail produk.
- Editor massal: Perbarui beberapa produk secara bersamaan menggunakan editor massal.
- Impor CSV: Unggah file CSV berisi jumlah untuk banyak produk. Pelajari tentang mengimpor inventaris menggunakan file CSV.
Langkah 5: Mengonfigurasi pengaturan produk saat stok habis
Tentukan apa yang terjadi saat produk kehabisan stok. Anda dapat memilih dari opsi berikut:
- Berhenti menjual saat stok habis: Ini adalah pengaturan default. Saat inventaris produk mencapai nol, pelanggan tidak dapat menambahkannya ke keranjang. Ini mencegah penjualan berlebihan dan kekecewaan pelanggan.
- Terus menjual saat stok habis: Terus menjual saat stok habis**: Anda dapat mengizinkan pelanggan untuk membeli produk bahkan setelah inventaris mencapai nol. Hal ini mungkin berguna untuk jenis produk atau pesanan berikut:
- Produk yang dapat Anda stok ulang dengan cepat
- Pre-order untuk produk yang akan datang
- Item yang dibuat berdasarkan pesanan yang Anda produksi setelah menerima pesanan
Pelajari selengkapnya tentang menjual saat stok habis dan menyembunyikan produk yang stoknya habis.
Langkah 6: Uji pengaturan inventaris Anda
Setelah menyiapkan inventaris, uji konfigurasi Anda untuk memastikan semuanya berfungsi dengan benar.
Jika inventaris tidak diperbarui seperti yang diharapkan, tinjau status inventaris Anda dan pastikan pelacakan diaktifkan dengan benar.
Langkah-langkah:
Dari admin Shopify, buka Produk > Inventaris.
Pastikan produk Anda ditampilkan dengan jumlah yang benar.
Opsional: Buat pesanan percobaan untuk mengonfirmasi bahwa inventaris berkurang dengan benar.
Opsional: Batalkan pesanan percobaan dan pastikan inventaris kembali ke jumlah sebelumnya.
Skenario pengaturan inventaris umum
Setelah menguji pengaturan, tinjau skenario umum berikut untuk menentukan mana yang cocok dengan model bisnis Anda.
Skenario A: Toko khusus online dengan satu gudang
- Skenario: Anda menjual lilin buatan tangan secara online dari workshop di rumah Anda. Anda memiliki stok 20 lilin vanila dan 15 lilin lavender.
- Hasil: Toko Anda melacak inventaris untuk produk fisik di satu lokasi dan mencegah penjualan berlebihan.
Langkah-langkah:
- Gunakan lokasi default Anda.
- Aktifkan pelacakan untuk kedua produk lilin.
- Masukkan jumlah: Vanila (20), Lavender (15).
- Pertahankan pengaturan default saat stok habis.
Skenario B: Toko retail dan penjualan online
- Skenario: Anda memiliki toko buku retail dan juga menjual secara online. Sebagian inventaris ada di toko, dan sebagian lagi ada di gudang belakang.
- Hasil: Inventaris Anda dilacak secara terpisah di setiap lokasi, dan Anda dapat menjual di dalam toko dan online dari lokasi yang benar.
Langkah-langkah:
- Ubah nama lokasi default Anda menjadi "Toko Utama".
- Tambahkan lokasi bernama "Gudang Belakang".
- Aktifkan pelacakan pada semua produk fisik.
- Tetapkan buku ke lokasi yang sesuai.
- Siapkan Shopify POS untuk penjualan retail.
- Konfigurasikan pengiriman dari setiap lokasi.
Pelajari tentang mengelola inventaris dari beberapa lokasi.
Skenario C: Campuran produk dalam stok dan produk dropship
- Skenario: Anda menyimpan stok kaus populer di gudang, tetapi melakukan dropship item khusus dari pemasok.
- Hasil: Produk dalam stok Anda memiliki pelacakan inventaris yang akurat, sementara produk dropship dikelola secara terpisah.
Langkah-langkah:
- Gunakan lokasi default Anda untuk produk dalam stok.
- Aktifkan pelacakan untuk kaus yang Anda stok.
- Masukkan jumlah kaus di lokasi gudang Anda.
- Untuk item dropship, jangan aktifkan pelacakan, atau gunakan aplikasi dropshipping yang menyinkronkan inventaris pemasok.
Skenario D: Beberapa lokasi retail
- Skenario: Anda memiliki tiga toko pakaian di kota yang berbeda yang masing-masing memerlukan pelacakan inventaris terpisah.
- Hasil: Setiap lokasi toko melacak inventarisnya sendiri, dan Anda dapat mentransfer stok antar lokasi sesuai kebutuhan.
Langkah-langkah:
- Buat lokasi: "Toko Pusat Kota", "Lokasi Mal", "Toko Sisi Barat".
- Aktifkan pelacakan pada semua item pakaian.
- Tetapkan inventaris ke setiap lokasi berdasarkan penghitungan fisik.
- Siapkan Shopify POS di setiap lokasi retail.
- Konfigurasikan transfer inventaris antar lokasi jika perlu.